✨"Ramadhan: Berkah Pertemanan dan Tantangan Baru"✨


Ramadhan kedua di tanah rantau, jika dipikir-pikir, memang terasa berat. Biasanya, segala sesuatu dilakukan bersama keluarga. Di hari pertama, keluarga dan aku akan sibuk menyambut bulan Ramadhan, mulai dari membersihkan rumah secara menyeluruh hingga menyiapkan stok bahan makanan untuk sahur dan berbuka. Awalnya, terlintas pikiran, "Apakah aku bisa menjalani semua ini sendirian?" Namun, ternyata aku sangat bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang baik di tanah rantau ini.

Seperti kemarin, kami merencanakan untuk mengadakan buka puasa bersama di salah satu kosan teman kami. Dengan berbagai macam takjil yang kami beli dengan lapar mata dan lapar perut, rasanya kami membeli semuanya. Kebetulan, di hari itu kami selesai menjalani perkuliahan dari pagi hingga sore, sehingga sangat melelahkan, bukan? :(

Setelah adzan Maghrib berkumandang, kami pun berbuka dengan menyantap takjil yang telah kami beli, dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. Karena sebelumnya kami memiliki kegiatan untuk donor darah yang dijadwalkan setelah Maghrib, sekitar pukul 18.30 WIB, kami pun bergegas menuju tempat donor darah tersebut.

Sesampainya di sana, kami mengisi formulir pendonor dan menjalani pemeriksaan lengkap seperti berat badan, tekanan darah, dan tes hemoglobin. Sayangnya, aku tidak lolos pada pemeriksaan berat badan. Padahal, saat liburan semester kemarin, aku menimbang berat badan di rumah dan sudah mencapai angka optimal untuk melakukan donor darah. Tetapi, takdir berkata lain. Sepertinya, aku terlalu sibuk di kosan dengan tugas kuliah dan belum mampu menjaga pola makan dengan teratur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini